Sabtu, September 24

Langkah Awal Memimpin Dunia

Catatan Dahlan Iskan dalam bentuk email yang di posting beberapa bulan yang lalu, sangat relevan untukdi renungkan mendalam.

Senin, 19 Juni 2006
Email dari Tiongkok

Ini soal serius yang kurang mendapatkan perhatian dunia luar. Saya melihat Tiongkok benar-benar akan tampil sebagai pemimpin dunia. Tapi, dari jurusan mana Tiongkok akan memulai memimpin dunia?

Ada pertemuan penting di Shanghai akhir pekan lalu. Memang, dunia internasi onal tidak terlalu memberikan perhatian, namun saya mencatatnya sebagai pertemuan yang akan dipakai Tiongkok sebagai langkah awal untuk memimpin dunia. Memang masih agak jauh. Juga, masih akan banyak persyaratan yang menyertainya. Tapi, bibitnya sudah ditanam di situ.

Saking pentingnya pertemuan tersebut, hingga Shanghai diliburkan lima hari. Sekolah, kantor, serta perusahaan diliburkan agar konsentrasi pertemuan tidak akan terganggu sekecil kerikil pun. Dalam pertemuan itu, 10 kepala negara hadir. Termasuk, presiden Rusia dan Iran. Dalam acara gala-night-nya (disiarkan langsung CCTV), glamor dan kepemimpinan Tiongkok terlihat dalam forum tersebut. Sebuah kepemimpinan yang sangat toleran terhadap anggotanya.

Apakah akan lewat kepemimpinan yang toleran itu Tiongkok bakal diterima sebagai pemimpin baru dunia? Menggantikan kepemimpinan ganda (AS-Soviet) pada masa lalu yang penuh ketegangan? Atau, kepemimpinan Non-Blok yang amat lemah? Atau, kepemimpinan AS sekarang yang dinilai amat arogan dan tidak toleran?

Dalam pertemuan Shanghai, toleransi itu terlihat mencolok. Atraksi-atraksinya, misalnya, datang dari 10 negara dengan aneka keberagamannya. Bahkan, hotel yang ditempati para pemimpin negara yang Islam disiapkan secara khusus. Bahkan agak berlebihan karena Islam tidak seketat itu. Misalnya, sampai semua lukisan dan gambar binatang disingkirkan dari hotel mereka.

Semua pelayanan hotel diganti laki-laki. Padahal, yang diperlukan sebenarnya hanya cukuplah kalau makanannya halal dan fasilitas salat. Tapi, tampaknya, Tiongkok tidak hanya melihatnya dari segi hukum agama, namun juga budaya setempat.

Nama pertemuan itu pun tidak "wah" untuk menunjukkan kerendahan hati sang calon pemimpin. Tidak seperti APEC atau NATO atau ASEAN, forum itu hanya disebut "Shanghai Cooperation Organization" (Organisasi Kerja Sama Shanghai). SCO diadakan lima tahun lalu untuk menyikapi terpecah-belahnya Uni Soviet menjadi banyak negara. Padahal, Tiongkok mempunyai perjanjian tertentu dengan Soviet. Lalu, bagaimana nasib perjanjian kerja sama itu setelah tidak ada lagi Soviet?

Maka, dibentuklah SCO. Anggotanya enam negara. Yakni, para eks Negara Soviet yang berbatasan dengan Tiongkok: Rusia, Kazakstan, Tajikistan, Kirgistan, dan Mongolia. Tapi, pada ulang tahunnya yang kelima minggu lalu, sudah hadir empat negara lain yang akan bergabung di dalamnya: India, Iran, Afghanistan, dan Pakistan.

Kalau organisasi tersebut kuat, mulailah Asia memimpin dunia karena ada Tiongkok, Rusia, dan India di dalamnya. Tiga negara yang belakangan mengalami kemajuan pembangunan luar biasa. Tiga negara itu saja sudah bisa mengimbangi AS dan Eropa Barat. Ditambah anggota lainnya, kuatlah sudah posisi organisasi tersebut dengan Tiongkok di tengahnya.

Organisasi itu juga akan lebih konkret dalam membahas topik-topik khusus. Bukan saja mereka sedaratan, namun secara ekonomi akan saling mendukung. Tidak seperti APEC yang terlihat penting tapi sangat cair. Atau, ASEAN yang hanya gabungan negara-negara kurang mampu. Atau, organisasi negara-negara Asia Selatan yang keropos.

Maka, ASEAN harus mulai melihat kenyataan baru ini. Apalagi kalau negara seperti Vietnam, Korea, dan Thailand juga akan lebih tertarik aktif di sini. Apalagi yang akan dicapai ASEAN?

Tentu, masih akan banyak persyaratan agar organisasi SCO tersebut menjadi kekuatan nyata. Misalnya, apakah tidak ada usaha dari luar untuk memecah-belahnya? Atau, apakah kualitas pemimpin Tiongkok mampu sekaligus menjadi pemimpin mereka? Atau, apakah Rusia akan lebih tertarik ke organisasi itu atau ke organisasi Eropa Barat?

Yang jelas, Tiongkok telah menyiapkan diri untuk itu. Pertemuan APEC di Shanghai tiga tahun lalu, misalnya, tidak disiapkan seserius SCO ini. Libur lima hari di Shanghai benar-benar istimewa. Sampai-sampai, sekolah dan perusahaan harus masuk pada Sabtu dan Minggu pekan sebelumnya untuk "mengganti" agar libur lima hari ini tidak merugikan mereka. Sabtu depan, mereka juga tidak boleh libur untuk menambah "hari pengganti" libur lima hari itu.

Minggu, Agustus 21

PLTA Berkelas Emas

Dahlan Iskan :
Hujan turun sepanjang malam di Wamena. Sambil makan sahur di pedalaman Papua yang dingin itu, saya mengkhawatirkan gagalnya acara penting keesokan harinya: ekspedisi menyusuri tebing Sungai Baliem. Mencari lokasi yang cocok untuk pembangunan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) bagi penduduk pegunungan tengah Papua. (Click juga di sini)

Pagi itu kami, empat direksi, pimpinan PLN setempat, dan beberapa penunjuk jalan, berangkat diiringi rintik-rintik hujan. Panitia membagikan topi Mbah Surip untuk mengurangi rasa dingin. Dua dokter membawa peralatan medis. Seorang lagi memanggul tabung oksigen.

Senggolan Nazaruddin

Dahlan Iskan :
Dua kali nama PLN disenggol sedikit dalam kaitan dengan Nazaruddin yang kini lagi buron itu. Yang pertama PLN dikaitkan dengan tender batubara yang sampai membuat Nazaruddin bertengkar dengan partner bisnisnya. Yang kedua sekarang ini dalam kaitan dengan tender proyek PLTU Kaltim/Riau. Saya senang dua hal itu disebut-sebut. Pertama saya bisa numpang ngetop sebentar.Kedua,saya memiliki momentum untuk mengkampanyekan “PLN baru”.

Soal batubara itu misalnya. Konon Nazaruddin memberi uang kepada Daniel Sinambela untuk modal ikut tender batubara di PLN. Daniel menang tender tapi tidak mengembalikan uangnya Nazaruddin. Daniel kemudian dihajar Nazaruddin. Daniel masuk tahanan. Yang terjadi adalah Daniel sebenarnya benar-benar menang tender. Bukan karena ada Nazaruddin didalamnya. Tender itu dilakukan dengan system auction, sehingga tidak ada peluang untuk diatur samasekali. Semua orang tahu system auction itu begitu transparansinya sehingga sangat kecil peluang untuk terjadi permainan. Daniel menang tender karena penawaran harganya memang sangat-sangat rendah.

My Family

Saya, Istri dan anak anak


Jumat, September 17

PLN luncurkan RUPTL 2010- 2019

(Jakarta) PT PLN (Persero), Senin (6/8), bertempat di Kantor PLN Pusat meluncurkan Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) tahun 2010 – 2019. RUPTL ini ditetapkan dengan Surat Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 2026.K/20/MEM/2010 Tanggal 8 Juli 2010. Secara simbolis, Direktur Utama PLN Dahlan Iskan menyerahkan buku RUPTL kepada Pemerintah yang diwakili oleh Direktur Pembinaan Ketenagalistrikan Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan DR. Emy Perdanahari dan Ketua Masyarakat Kelistirkan Indonesia (MKI) Andri Doni.

Selasa, September 7

Mengatasi Kemacetan Metropolitan Jakarta ... (Seandainya...)

Sangat tepat  gagasan bapak Presiden, dalam jangka panjang solusi mengatasi kemacetan metropolitan Jakarta adalah pemindahan pusat pemerintahan. Dalam jangka menengah pemda DKI dengan dukungan pemerintah pusat secepatnya menyediakan dengan cukup sarana transportasi massa.
Bagaimana dengan jangka pendek??. Dalam jangka pendek, dibutuhkan kerja sama yang solid antara Walikota dan Bupati Jabodetabek, untuk membuat peraturan khusus tentang tertib lalu-lintas wilayah Jabodetabek.

Pembangunan Gedung Baru DPR

Menurut pendapat saya, tidak ada yang salah dengan pembangunan Gedung baru DPR. Sudah menjadi rahasia umum selama ini, DPR selalu ketinggalan langkah dalam memperoleh data dan informasi tentang apapun dari partner kerja mereka, yaitu Pemerintah. Salah satu penyebab utama terjadinya Gap data dan informasi ini adalah kelangkaan tenaga ahli di lingkungan DPR.
Untuk dapat memenuhi kebutuhan ini, DPR membutuhkan dana dan tempat yang setidaknya mendekati jumlah dana dan tenaga ahli yang dimiliki oleh partner mereka yaitu Pemerintah. Untuk dapat memiliki akses yang baik dengan tenaga tenaga ahli mereka, DPR harus menyediakan sarana dan prasarana yang layak bagi para tenaga tenaga ahli ini bekerja. Tidak dapat disangkal, sarana dan prasarana ini akan membutuhkan dana yang sangat besar.

Rabu, September 1

PLN Dukung Pemda Papua Bangun PLTA Urumuka

Direktur Utama PLN Dahlan Iskan, mendukung sepenuhnya rencana Pemerintah Daerah (Pemda) Papua untuk membangun PLTA Urumuka di dekat Timika. PLTA Urumuka berpotensi menghasilkan listrik sebesar 300 Megawatt (MW)."Kami sangat bergembira, mendukung dan akan membantu sepenuhnya rencana tersebut. Apalagi dijadwalkan dalam empat tahun sudah akan menghasilkan listrik,” ujar Dahlan kemarin.

PLTA Terbesar Di Papua

Direktur Utama PLN, Dahlan Iskan (tengah), President China Huadian Engineering Co. Ltd Internasional Company, Mr. Li LinWei (kanan) dan President PT Global Perkasa Investindo, Mr. Billy A. Widjaya (kiri) menandatangani MoU untuk melaksanakan studi pengembangan potensi tenaga air sungai Yawei di Papua yang nantinya akan menjadi Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) terbesar,  Jakarta, Jum’at (11/6). Propinsi Papua yang dulu disebut Irian Barat dikenal dengan potensi sumber daya alam yang sangat melimpah, termasuk potensi tenaga air. PT PLN (Persero) mencatat sejarah baru dalam rangka  mewujudkan impian pemanfaatan potensi tenaga air untuk kepentingan kelistrikan di bumi Papua dengan rencana pengembangan sungai Yawei yang terletak lebih kurang 70 km sebelah barat Timika ibu kota Kabupaten Mimika Propinsi Papua.

www.pln.co.id

Sabtu, Agustus 28

Seandainya.....(1)

Konon katanya, tahun 2014 lalu lintas di kota metropolitan Jakarta akan berhenti. Benar, berhenti. Tidak lagi padat merayap seperti sekarang, Berhenti!!!.
Melihat pada kondisi yang ada sekarang, agaknya ramalan ini tepat sekali, akan tetapi akan terjadi tidak tepat waktu. Kondisi lalulintas yang demikian justru akan terjadi lebih cepat.
Sesuatu harus dilakukan. Sesuatu yang bila dilakukan akan menimbulkan dampak yang positif bagi kondisi lalu lintas kota Jakarta. Sesuatu itu harusnya tbisa dilakukan tanpa perlu harus mengeluarkan biaya yang mahal seperti ide membangun HMT (High Mass Transportation) misalnya. Membangun Metro atau sejenisnya. Bila ini yang dipilih, dapat dipastikan ramalan ini akan terwujud dalam waktu dekat. Mengapa, sebab disamping memerlukan dana yang amat besar, diperlukan waktu yang cukup lama untuk mewujudkannya,

Seandainya, seluruh jajaran Walikota dan Bupati Jabodetabek berkumpul, katakanlah Buka Puasa Bersama, dalam tempo 7 hari, Lalu lintas kota Jakarta akan berubah drastis.
  1. Tidak ada lagi kondisi lalin yang padat merayap, 
  2. Seluruh warga Jabodetabek akan lega karena bisa tiba di kantor dan pulang ke rumah tepat waktu
  3. Penghematan konsumsi bahan bakar yang luar biasa akibat menurun drastisnya kemacetan lalin,
  4. Tumbuhnya peluang kerja di daerah Bodetabek sebagai akibat  sampingan dari kebijakan bersama seluruh Walikota dan Bupati Babodetabek ini.
  5. Meningkatnya produktivitas di berbagai bidang sektor ekonomi.
  6. Menurunnya angka kecelakaan lalin.
  7. Mengungaringi angka tingkat pencemaran udara Jabodetabek
  8. dsb
bersambung......

Peran WWF dalam proses legislasi di pemerintahan dan parlemen

Di awal masa persidangan DPR-RI periode 2010, WWF Indonesia bekerjasama dengan Indonesian Center for Environmental Law (ICEL) menggelar Sarasehan Nasional dengan tema ”Mencermati Agenda Legislasi Nasional yang Terkait Dengan Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Konservasi serta Penanganan Perubahan Iklim”, Kamis (08/04) di Hotel Ambhara Jakarta.
Acara ini menjadi kesempatan bagi para pihak untuk saling menyampaikan informasi terkait arah kebijakan program pembangunan dan proses legislasi peraturan perundang-undangan bidang pengelolaan sumber daya alam, konservasi dan penanganan perubahan iklim serta dapat memberikan gambaran awal pada masyarakat yang lebih luas.

Selasa, Agustus 24

Memikirkan 1.000 Kematian Sebulan

23 Agustus 2010 , 06:06:00

INI tidak ada hubungannya dengan kenaikan TDL. Baik yang lalu maupun yang konon akan naik lagi Januari tahun depan. Ini soal kebiasaan di PLN yang sudah lebih 30 tahun tidak kunjung berubah: listrik mati dengan alasan sedang dilakukan pemeliharaan. Pemeliharaan trafo maupun jaringan. Jaringan tegangan menengah maupun tegangan rendah.

Padahal di Jakarta saja, setiap hari dilakukan 36 pemeliharaan jaringan di 36 lokasi. Ini berarti dalam sebulan terjadi hampir 1.000 kali pemeliharaan. Ini hanya di Jakarta. Artinya dalam sebulan hampir 1.000 kali pula listrik mati secara "sah" di Jakarta.
   
Pelanggan tentu tidak lagi peduli kematian itu sah atau tidak. Toh akibatnya sama: daging di kulkas busuk, ikan koi di akuarium mati dan apakah rambut yang tengah disampo di kamar mandi harus dibiarkan kering?

Sabtu, Agustus 21

Presiden Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono

Tak kenal maka tak sayang. Silahkan simak profil dan info sekitar presiden kita, mungkin pandangan kita akan berubah, mungkin juga tidak. Setidaknya kita dukung beliau, sebab kitalah yang telah memilih beliau melalui sebuah pemilu presiden yang tidak akan pernah  kita lupakan. Pemilu yang mustahil ada di jaman ORLA dan ORBA.

Pidato Presiden

PIDATO KENEGARAAN
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
DALAM RANGKA
HUT KE-65 PROKLAMASI KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA
DI DEPAN SIDANG BERSAMA
DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA
DAN
DEWAN PERWAKILAN DAERAH REPUBLIK INDONESIA

Jakarta, 16 Agustus 2010


Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Salam sejahtera bagi kita semua,
Yang saya hormati, saudara ketua, para wakil ketua, dan para anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia,
Yang saya hormati, saudara ketua, para wakil ketua, dan para anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia,
Yang saya hormati, saudara ketua, para wakil ketua, dan para anggota lembaga-lembaga negara,
Yang Mulia para Duta Besar negara-negara sahabat, dan para pimpinan perwakilan badan-badan dan organisasi internasional,
Saudara-saudara se-bangsa dan se-tanah air,
Hadirin sekalian yang saya muliakan,

Marilah kita bersama-sama, sekali lagi, memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, Allah SWT, karena atas rahmat dan karunia-Nya, di bulan Ramadhan yang penuh berkah dan ampunan ini, kita dapat menghadiri Sidang Bersama Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI), dan Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun ke-65 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Sabtu, Agustus 14

Facebook Kelompok Pencinta Lingkungan Hidup

 



 



Komisi VII Minta Swasta Perhatikan Kawasan Timur

Komisi VII DPR meminta sektor swasta agar memberikan perhatian lebih terhadap kawasan Timur Indonesia. Permintaan ini disampaikan saat Komisi VII Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Dirut PT. PETRONAS Niaga Indonesia, Dirut PT. Aneka Kimia Raya (AKR) Corporindo, serta Ketua Umum Hiswana Migas di Gedung Nusantara, Jakarta, Senin (01/02)
“Kenapa tidak fokus pada Indonesia bagian Timur. Padahal Pemerintah mengeluarkan kebijakan kerjasama dengan pihak swasta, salah satu tujuannya untuk itu,” tegas Anggota Komisi VII Dewi Aryani Hilman (Fraksi PDIP)
Dewi menyadari, biaya yang dikeluarkan untuk menjangkau kawasan tersebut tidak murah, bahkan mungkin harus mengurangi margin bila dibandingkan dengan bisnis yang lain,  tapi hal itu merupakan resiko sebagai timbal-balik atas kesepakatan kerjasama.
Adanya kerjasama itu, lanjut Dewi diharapkan agar mendapatkan solusi terbaik karena rakyat menunggu. Karena itu, ia berharap jumlah BBM bersubsidi yang didistribusikan dapat tersalurkan dengan baik ke daerah sasaran.
“Kalau memang distribusi BBM bersubsidi ini tidak bermasalah, tidak perlu harus ada kerjasama Pemerintah dengan sektor swasta. Jadi saya minta BBM bersubsidi agar tepat sasaran supaya tidak terjadi kelangkaan,” tegasnya
Sementara itu, Anggota Komisi VII Asfihani (Fraksi PD) mengeluhkan, selama pendistribusian BBM bersubsidi dipegang oleh Pertamina, Komisi VII tidak pernah mengetahui berapa jumlah BBM tersebut. “Kami hanya inginkan agar BBM bersubsidi betul-betul dapat dinikmati masyarakat umum,” katanya
Karenanya Asfihani berharap siapapun yang menjadi penyalur BBM bersubsidi agar benar-benar mampu serta didukung fasilitas infrastruktur yang kuat. “Apakah benar mereka memang mempunyai fasilitas untuk itu, karena asumsinya mereka lebih baik dari pertamina,” tanyanya
Menanggapi pernyataan tersebut, Direktur Utama PT. AKR Corporindo, Haryanto Adikoesoemo mangatakan pihaknya sudah merambah ke kawasan Indonesia bagian Timur seperti Sulawesi Selatan. Ke depan, AKR berkomitmen untuk terus memberikan perhatian kawasan timur.
Haryanti menyadari biaya untuk mendistribusikan BBM bersubsidi ke kawasan tersebut sangat besar. Karena itu, ia meminta dukungan Komisi VII agar memberikan insentif sehingga kelangkaan bisa diatasi dengan baik.
Selain itu, Haryanto mengungkapkan, Terminal Bahan Bakar Minyak (BBM) milik PT. AKR Corporindo dengan kapasitas 250.000 kiloliter akan beroperasi pada Maret 2010. Dengan beroperasinya penampungan BBM itu, juga diharapkan dapat mengatasi kelangkaan BBM.
Terminal BBM swasta terbesar tahap I dengan kapasitas 250.000 KL akan selesai dan operasi bulan depan,” terangnya
Setelah itu, pembangunan terminal BBM fase II dengan kapasitas sebesar 200.000 KL. Dana untuk pembangunan fase I  sekitar US$ 100 juta, sementara untuk pembangunan fase II diperkirakan menelan dana US$ 130-140 juta, sedangkan untuk proyek pengerjaannyanya, perseroan menggandeng Royal Vopak.
Selain membangun penampungan BBM, kata dia, AKR juga membangun dua demarga untuk kapal tanker dengan kapasitas masing-masing 65.000 ton dan 8.000 ton. Sementara untuk menunjang pendistribusian BBM melalui darat, AKR telah memiliki 176 truk pengangkut BBM.
"Kami juga merupakan transporter BBM dari Shell Indonesia. Ini menunjukan kami juga memiliki pengalaman dalam pendistribusian  BBM," ungkapnya. (sw) foto:iwan/parle/DS
01-Feb-2010

Si Melon.....


Program pemerintah mengonversi konsumsi rumah tangga dari minyak tanah (mitan) ke elpiji harus tetap dilanjutkan. Program ini telah menghemat Rp 12 triliun, sehingga biaya untuk subsidi minyak tanah bisa dialihkan untuk menyejahterakan rakyat.
“Saya mendukung pemerintah untuk terus melanjutkan program konversi minyak tanah ke elpiji 3 kg,” tegas anggota Komisi VII DPR dari Fraksi Partai Golkar Azwir Daini Tara, di Jakarta, Rabu (28/7).
Milton Pakpahan, anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat meluruskan “Si Melon” sebutan akrab tabung elpiji 3 kg itu disebut bom. Faktanya elpiji 3 kg hingga kini masih tetap dipakai tiap hari oleh masyarakat. Masalahnya memang perlu kehati-hatian dalam penggunaan elpiji ini agar tetap aman.
Untuk itu adanya wacana untuk membatalkan program Konversi Minyak Tanah ke Elpiji 3 kg itu tidak masuk akal
Ibu rumah tangga Rosmawati warga Cipete, Jakarta Selatan sudah empat tahun menggunakan elpiji 3 kg. Sejak 2007 menggunakan “Si Melon” hingga kini tak pernah mengalami kendala apa pun. Ia bersyukur karena tabung dan asesoris yang ia gunakan tak pernah mengalami gangguan. Tak ada kebocoran. “Alhamdulillah selama ini aman-aman saja,” jelas Rosmawati.
Rosmawati memang sempat ketakutan dengan pemberitaan insiden elpiji yang marak belakangan ini. Namun, ia tak mau berpaling dari “Si Melon”. Ia banyak mendapat keuntungan bila menggunakan elpiji 3 kg. “Memasak jauh lebih cepat bila dibanding dengan menggunakan minyak tanah,” tambah Rosmawati.
Bagi Rosmawati, yang penting hati-hati dan waspada ketika akan menggunakan elpiji. Sikap hati-hati ini diperlukan, karena dari hasil penelitian Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor), Markas Besar Polisi Republik Indonesia (Mabes Polri) terhadap ledakan elpiji di berbagai daerah, tak ada satupun yang disebabkan oleh ledakan tabung. Umumnya, kejadian itu disebabkan adanya akumulasi gas akibat kebocoran pada selang dan regulator.
Kabareskrim Mabes Polri Komisaris Jenderal Ito Sumardi menyarankan kepada masyarakat untuk teliti dalam menggunakan elpiji 3 kg. Aspek Human error ikut mempengaruhi terjadinya insiden. “Jadi harus teliti dan hati-hati,” tegasnya dalam dengar pendapat Komisi VII DPR.
Kabareskrim memastikan, hingga kini belum ditemukan insiden yang terjadi di berbagai daerah, karena tabung elpijinya meledak. Ito juga memastikan, insiden elpiji 3 kg itu murni kecelakaan, bukan karena rekayasa untuk mengeruhkan suasana. [ID/M-6]