Tampilkan postingan dengan label Saya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Saya. Tampilkan semua postingan

Minggu, Agustus 21

Selasa, September 7

Mengatasi Kemacetan Metropolitan Jakarta ... (Seandainya...)

Sangat tepat  gagasan bapak Presiden, dalam jangka panjang solusi mengatasi kemacetan metropolitan Jakarta adalah pemindahan pusat pemerintahan. Dalam jangka menengah pemda DKI dengan dukungan pemerintah pusat secepatnya menyediakan dengan cukup sarana transportasi massa.
Bagaimana dengan jangka pendek??. Dalam jangka pendek, dibutuhkan kerja sama yang solid antara Walikota dan Bupati Jabodetabek, untuk membuat peraturan khusus tentang tertib lalu-lintas wilayah Jabodetabek.

Pembangunan Gedung Baru DPR

Menurut pendapat saya, tidak ada yang salah dengan pembangunan Gedung baru DPR. Sudah menjadi rahasia umum selama ini, DPR selalu ketinggalan langkah dalam memperoleh data dan informasi tentang apapun dari partner kerja mereka, yaitu Pemerintah. Salah satu penyebab utama terjadinya Gap data dan informasi ini adalah kelangkaan tenaga ahli di lingkungan DPR.
Untuk dapat memenuhi kebutuhan ini, DPR membutuhkan dana dan tempat yang setidaknya mendekati jumlah dana dan tenaga ahli yang dimiliki oleh partner mereka yaitu Pemerintah. Untuk dapat memiliki akses yang baik dengan tenaga tenaga ahli mereka, DPR harus menyediakan sarana dan prasarana yang layak bagi para tenaga tenaga ahli ini bekerja. Tidak dapat disangkal, sarana dan prasarana ini akan membutuhkan dana yang sangat besar.

Sabtu, Agustus 28

Seandainya.....(1)

Konon katanya, tahun 2014 lalu lintas di kota metropolitan Jakarta akan berhenti. Benar, berhenti. Tidak lagi padat merayap seperti sekarang, Berhenti!!!.
Melihat pada kondisi yang ada sekarang, agaknya ramalan ini tepat sekali, akan tetapi akan terjadi tidak tepat waktu. Kondisi lalulintas yang demikian justru akan terjadi lebih cepat.
Sesuatu harus dilakukan. Sesuatu yang bila dilakukan akan menimbulkan dampak yang positif bagi kondisi lalu lintas kota Jakarta. Sesuatu itu harusnya tbisa dilakukan tanpa perlu harus mengeluarkan biaya yang mahal seperti ide membangun HMT (High Mass Transportation) misalnya. Membangun Metro atau sejenisnya. Bila ini yang dipilih, dapat dipastikan ramalan ini akan terwujud dalam waktu dekat. Mengapa, sebab disamping memerlukan dana yang amat besar, diperlukan waktu yang cukup lama untuk mewujudkannya,

Seandainya, seluruh jajaran Walikota dan Bupati Jabodetabek berkumpul, katakanlah Buka Puasa Bersama, dalam tempo 7 hari, Lalu lintas kota Jakarta akan berubah drastis.
  1. Tidak ada lagi kondisi lalin yang padat merayap, 
  2. Seluruh warga Jabodetabek akan lega karena bisa tiba di kantor dan pulang ke rumah tepat waktu
  3. Penghematan konsumsi bahan bakar yang luar biasa akibat menurun drastisnya kemacetan lalin,
  4. Tumbuhnya peluang kerja di daerah Bodetabek sebagai akibat  sampingan dari kebijakan bersama seluruh Walikota dan Bupati Babodetabek ini.
  5. Meningkatnya produktivitas di berbagai bidang sektor ekonomi.
  6. Menurunnya angka kecelakaan lalin.
  7. Mengungaringi angka tingkat pencemaran udara Jabodetabek
  8. dsb
bersambung......

Kamis, Agustus 12

Papua, daerah tercinta II

Saya sangat bersemangat bila berbicara tentang Papua. Papua adalah tanah yang diberkati Tuhan. Tanahnya yang subur dengan segudang potensi alam yang luar biasa dan bisa dikembangkan. Jumlah penduduknya tidak banyak dan agak terlambat menyesuaikan dengan saudara-saudaranya di kawasan Barat.
Situasi topografi yang sulit menjadi salah satu penyebab terjadinya pengkotak-kotakan klan dan suku sehingga Papua punya bahasa yang berbeda-beda. Ada sekitar 285 suku dengan 500 bahasa yang unik di sana. Bahasa Indonesia dipakai sebagai bahasa pemersatu dan menjadi bahasa sehari-hari.
Pada tahun 2004 pemerintah (MenPAN TB SIlalahi, red) pernah membuat terobosan penting di Papua, dengan mengangkat 2.000 PNS tanpa seleksi sebagai bagian dari strategi percepatan pembangunan di Papua. Masyarakat Papua menyebut program itu sebagai Kebangkitan Papua Jilid II. Sekarang mereka-mereka inilah yang kini maju menjadi pemimpin-pemimpin fungsional di Papua.
Memang, ada pihak- pihak di Papua yang masih belum puas sehingga lahir gerakan separatis. Tapi, sebenarnya pendekatan yang dilakukan presiden kita Pak SBY, Prosperity Approach (pendekatan kesejahteraan) sangatlah tepat. Pemekaran di Papua terus bergulir, seperti pembentukan Provinsi Papua Tengah, Papua Selatan dan sebagainya. Pemekaran akan membuat daerah-daerah menjadi mandiri, memberi kesempatan kepada lebih banyak putra Papua untuk mengurus kemajuan daerahnya. Disamping itu, dengan masuknya pendatang, semakin mempercepat keterbukaan daerah dan mendorong kemajuan ekonomi yang akhirnya akan bermuara pada meningkatnya taraf hidup rakyat. Papua sedang bangkit dan maju.
Melalui sebuah program yang kami sebut Program PELIK, yakni Pendidikan, Energi, Lingkungan, Infrastruktur dan Kesehatan, yang kami perjuangkan dengan jiwa MEKKAH yaitu Moral, Etika, Komitmen, Konsistensi, Akhlak dan Hati nurani. Dengan jiwa ini, Papua akan terus melanjutkan kebangkitannya menyongsong kehidupan yang lebih baik dan sejahtera..
Meningkatkan motivasi kelompok muda untuk belajar dan bekerja keras. Yang sarjana, disekolahkan lagi ke jenjang lebih tinggi, S2 dan seterusnya. Papua adalah tanah harapan. Kalau pembangunan dan visi pemimpin di sana baik, maka kemajuan Papua tidak akan terbendung.
Daerah selatan Papua sangat cocok untuk pengembangan bisnis berbasis agro. Di bagian tengah pertambangan. Ke bawah ada batubara, gas, sumber-sumber minyak dan sebagainya. Di sana juga bisa dikembangkan mental wirausaha. Peranan perusahaan-perusahaan besar yang mengelola kekayaan alam di Papua sangat dinantikan untuk ikut serta membangun SDM di Papua, paling tidak melalui dana CSR (Community Sosial Responsibility) mereka. Saya percaya dengan pendekatan yang wajar dan benar, dengan sarana yang sedemikian rupa dirancang agar tepat sasaran, semua perusahaan perusahaan besar yang berbisnis di Papua dengan senang hati akan mendukung dan membantu pemerintah untuk membangun daerah Papua.
Dari bagian tengah Papua sebaiknya dibuka akses jalan ke utara. Tujuannya adalah untuk mempersempit jurang kesenjangan antara atas dengan bawah. Pemerintah harus mengadakan pendekatan sosial kepada masyarakat. Spektrum masyarakat di Papua begitu luas.
Pada era pemerintah kedua SBY, Papua akan semakin maju. Pendekatan dengan dasar “KASIH” yang dilakukan SBY kepada masyarakat Papua disambut hangat oleh masyarkat. Memang ada beragam kasus separatis, ini adalah dinamika dalam masyarakat yang sedang mengalami transformasi kebudayaan yang sangat cepat. Hanya saja, untuk kepentingan tertentu kasus kasus ini kerap di bawa orang orang tertentu masuk ke area politik. Sesungguhnya sifat peristiwa peristiwa ini sangat kasuistis.
Masyarakat Papua sangat bersemangat mengikuti kegiatan pembangunan. Banyak generasi muda Papua yang tampil sebagai juara di bidang pedidikan, pengetahuan dan olah raga.

Rabu, Agustus 11

Papua, daerah tercinta I


Meski terpencil daerah ini sungguh luar biasa. Daerah yang akan terus tumbuh menjadi sangat penting da strategis untuk kemajuan Indonesia di masa depan. Sumber Daya Manusianya yang berjiwa jujur, lulur dan sportivitas yang tinggi. Banyak pemimpin pemimpin bangsa lahir dan tumbuh dari daerah ini. Banyak atlit atlit nasional telah dilahirkannya. Sumber Daya Alamnya yang luar biasa, keindahan alamnya yang eksotis dan tidak terlupakan.
PAPUA!!!.

Papua mutiara biru dari timur yang tidak terlupakan. 

Papua kini bangkit sebagai bagian penting dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Papua kini memiliki arti strategis bagi pertumbuhan ekonomi bangsa. 
Pembangunan Ekonomi, Infrastruktur dan Pertanian berkembang pesat. Demikian juga dengan perkembangan parawisatanya. Salah satu objek wisata yang terkenal sampai ke manca negara adalah Puncak Jaya Wijaya, demikian juga dengan keindahan pantai serta kekayaan alam faunanya.  
Hidup PAPUA..., PAPUAku tercinta.